Tampilkan postingan dengan label Pos Kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pos Kota. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Desember 2011

Tidak Dapat Jatah ‘Bedah Rumah’, Warga Pulau Sebira Kecewa

PULAU SEBIRA (Pos Kota)
Warga Pulau Sebira, Kepulauan Seribu Utara, mengaku kecewa karena tidak ada satupun warga di pulau tersebut rumahnya mendapat jatah Program Bantuan Peningkatan Kapasitas Rumah Tak Laik Huni ‘Bedah Rumah’ dari Kementrian Perumahan rakayat (Kamenpera) Tahun 2011.
Padahal warga Pulau Sebira RW 03 Kelurahan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara, merasa sangat membutuhkan bantuan tersebut.

Peraturan Hunian Berimbang Nyaris Tidak Diterapkan

JAKARTA (Pos Kota)
Deputi Bidang Pengembangan Kawasan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Hazadin Tende Sitepu mengatakan, pemda yang tidak melaksanakan pedoman Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan Hunian Berimbang bisa dikenakan sanksi sesuai UU No. 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.
“Paling tidak pemda tersebut dinilai berkinerja buruk jika tidak memperjuangkan pengadaan perumahan bagi warganya. Sebab pengembang memiliki kewajiban melaksanakan hunian berimbang 1:3:6 ( 1 rumah mewah: 3 rumah sedang: dan 6 rumah sederhana) atau sekarang tengah dirubah menjadi 1:2:3 yang pengawasannya dilaksanakan pemda,” katanya di sela-sela acara Uji Publik Rapermenpera tentang Lingkungan Hunian Berimbang yang dilaksanakan Kedeputian Pengembangan Kawasan, Kemenpera, kemarin.

Sabtu, 03 Desember 2011

75 Blok Rusun Tampung 30 Ribu Warga Ciliwung

JAKARTA (Pos Kota) – Sebanyak 30 ribu warga saat ini ditengarai tinggal di bantaran Kali Ciliwung. DPRD DKI Jakarta setuju warga tersebut dilokalisir. Diperlukan sekitar 75 blok Rumah Susun (Rusun) untuk menampung warga tersebut. “Dewan setuju warga di bantaran kali tersebut dipindahkan. Tapi mereka harus ditampung di rumah susun (Rusun). Bila satu keluarga terdiri minimal empat orang maka menampung 30 ribu warga tersebut hanya membutuhkan 75 Blok Rusun. Tidak terlalu banyak,”kata Inggard Joshua, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.

Menurut Inggard, rusun untuk menampung warga tersebut harus berada tidak jauh dari aktifitas warga setempat. “Lokasinya jangan terlalu jauh. Kalau bias tidak jauh dari tempat tinggal mereka,”katanya.Inggard mengatakan, bila jauh dari aktifitas selama ini maka dikhawatirkan warga setempat bakal bertambah miskin.